CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Fri Apr 04 2025 02:23:21 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

Pulau Anambas Kepri Berpotensi Jadi 'Maladewa' Indonesia

Selasa, April 08, 2014

Pulau Anambas Kepri. (foto net)
JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Selain 3 gugusan pulau yaitu Pulau Anambas (Kepulauan Riau), Pulau Pari (Utara DKI Jakarta) dan Pulau Raja Ampat (Papua) yang akan dijadikan pulau wisata bahari sekelas 'Maladewa' di Indonesia. Selain itu, ada usulan 3 pulau lainnya berpotensi menjadi bagian dari konsep 'Maladewa'

Maladewa di Samudera Hindia, menjadi tujuan utama wisata bahari dunia karena sukses mengembangkan sektor kelautan. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang perikanan dan kelautan berharap 3 pulau lain bisa dikembangkan pemerintah menjadi pulau 'Maladewa' Indonesia

"Ada 3 gugusan pulau lainnya yang tidak kalah cantik. Di Kendari (Sulawesi Tenggara) ada Wakatobi, Labuhan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Banda (Laut Sulawesi)," sebut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto saat berdiskusi dengan media di Gedung Menara Kadin, Kuningan Jakarta, Senin (7/04/2014).

Sama dengan 3 pulau sebelumnya, ia meminta pemerintah untuk membangun infrastruktur dasar di 3 pulau tersebut. Kemudian pemerintah bisa memasarkan agar para pelaku usaha khususnya pengusaha nasional tertarik menggarap proyek tersebut.

"Disiapkan dulu infrastruktur dasar seperti listrik, transportasi agar menarik minat investor datang. Kemudian pemerintah lakukan marketing dan sosialisasi," imbuhnya.

Cara-cara sederhana seperti ini yang dilakukan oleh negara Maladewa. Negara Maladewa sangat mudah mendapatkan investor karena segala infrastruktur sudah disiapkan negaranya.

"Terbukti Maladewa menjadi ikon turis. Infrastruktrur dasar mereka sudah ada. Investor senang kalau sudah begitu," katanya.

Yugi menambahkan pengusaha nasional siap mendukung rencana pemerintah ini. Bahkan pengusaha nasional juga siap berinvestasi membangun banyak cottage dan fasilitas lain asalkan menguntungkan.

"Kita pengusaha harus lihat ada untung dan rugi. Kalau sudah kelihatan menguntungkan itu kita mau taruh uang berapa, cost berapa, marginnya berapa. Tetapi bila tidak menguntungkan kita nggak mau lah investasi," katanya. (red/dtc)



0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

 

SOSIAL

  • Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri
  • Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau
  • Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama
  • 462.67 Ribu Jiwa Rakyat Riau Miskin
  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Warga: Kapal Berlabuh di Kantor Bupati Bengkalis jadi Sejarah
  • PENDIDIKAN

  • Guru Berprestasi di Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional
  • IARMI Riau Canangkan Bangun Universitas UARMI
  • Oknum Sekolah di Riau Terindikasi Selewengkan Dana BOS
  • 213 Mahasiswa STAI Laksanakan KKN di 5 Kecamatan Bengkalis
  • SMPN 1 Mandau dan SMAN 1 Bukit Batu Raih Juara di LPI Bengkalis 2014
  • Herliyan: Dengan Membaca Dapat Tingkatkan Kualitas SDM di Berbagai Bidang
  • SENI & BUDAYA

  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Sekda Bengkalis Ajak Pegawai Pemkab Ramaikan Wirid Pengajian
  • Tarekat Naqsabandiyah di Padang Sudah Tarawih Malam Ini, Besok Puasa
  • Meranti Juara 3 Parade Tari Daerah Riau Tahun 2014
  • Gubri Minta PWI dan Balai Adat Perjuangkan RTRW Riau
  • Bupati Buka Rapat Kerja Daerah LAMR Bengkalis 2014
  • All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau