CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Fri Apr 04 2025 15:14:41 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

Cerita Kepolisian Inhil Kawal Logsitik Pemilu di "Negeri Seribu Parit"

Sabtu, April 12, 2014

INHIL - RIAUGREEN.COM - Kepolisian Indragiri Hilir (Inhil) Riau mulai memberikan pengawalan logistik hasil Pileg dari PPS ke PPK. Sistem angkutan umumnya gunakan kapal yang bergantung pasang surut air laut.

Kabupaten Inhil Riau, letaknya di tepian pantai timur Sumatera. Wilayah ini dikenal dengan julukan 'negeri seribu parit'. Jalur transportasi antar desa dan kecamatan sangat bergantung jalur parit yang ada. Sehingga pada pasang surut air laut menentukan kapan transportasi bisa digunakan.

Jika kondisi pasang, jalur parit baru bisa digunakan kapal untuk mengangkut masyarakat termasuk logistik Pileg. Ada 20 kecamatan di sana yang 70 persen angkutan masyarakat menggunakan kapal.

"Ini belum sejumlah pulau yang memang harus menggunakan kapal. Untuk wilayah lainnya, umumnya jalur kapal melalui parit yang bergantung pada pasang surutnya air laut," kata Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo.

Pihak kepolisian yang memberikan pengawalan logistik hasil nyoblos kemarin, juga harus bergantung pada pasang surut air laut.

"Sekalipun logistik sudah terkumpul dari setiap desa, tidak bisa langsung kami bawa untuk dikumpulkan di kecamatan. Kita harus menunggu saat air pasang. Kapan air pasang, saat itulah tim kita membawanya," cerita AKBP Suwoyo.

Suwoyo menjelaskan, sekalipun soal transportasi angkutan Pileg begitu rumit, namun pihaknya tetap memberikan pengawalan yang cukup ketat. Ini agar tidak terjadi kecurangan ketika pergeseran dari PPS untuk dikumpulkan di tingkat kecamatan.

Pengawalan yang diberikan di setiap PPS dijaga 4 personel. Untuk pengawalan dari PPS ke PPK dikawal 3 personel. Di setiap PPK dikawal 6 personel.

"Walau kita akui jalur transportasi ditempat kita sangat sulit, namun pengawalan melekat tetap kita berlakukan. Kita kawal selama 24 jam, satu menitpun anggota tak boleh tinggalkan kotak suara, ini menjaga jangan sampai ada kecurangan saat pergeseran hasil kotak suara," kata Suwoyo.

Suwoyo menjelaskan, dari 20 kecamatan, saat ini hanya tersisa 3 kecamatan yang belum selesai melakukan penghitungan. Kecamatan, Enok ada 14 PPS, Kecamatan Belengkok 13 PPS, dan Kecamatan GAS sebanyak 12 PPS.

"Sampai saat ini situasi pasca Pileg di wilayah hukum kita aman dan terkendali," tutup AKBP Suwoyo. (red/dtc)



0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

 

SOSIAL

  • Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri
  • Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau
  • Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama
  • 462.67 Ribu Jiwa Rakyat Riau Miskin
  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Warga: Kapal Berlabuh di Kantor Bupati Bengkalis jadi Sejarah
  • PENDIDIKAN

  • Guru Berprestasi di Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional
  • IARMI Riau Canangkan Bangun Universitas UARMI
  • Oknum Sekolah di Riau Terindikasi Selewengkan Dana BOS
  • 213 Mahasiswa STAI Laksanakan KKN di 5 Kecamatan Bengkalis
  • SMPN 1 Mandau dan SMAN 1 Bukit Batu Raih Juara di LPI Bengkalis 2014
  • Herliyan: Dengan Membaca Dapat Tingkatkan Kualitas SDM di Berbagai Bidang
  • SENI & BUDAYA

  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Sekda Bengkalis Ajak Pegawai Pemkab Ramaikan Wirid Pengajian
  • Tarekat Naqsabandiyah di Padang Sudah Tarawih Malam Ini, Besok Puasa
  • Meranti Juara 3 Parade Tari Daerah Riau Tahun 2014
  • Gubri Minta PWI dan Balai Adat Perjuangkan RTRW Riau
  • Bupati Buka Rapat Kerja Daerah LAMR Bengkalis 2014
  • All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau