DUMAI, RIAUGREEN.COM - Tujuh titik api kembali muncul diwilayah Dumai, lima titik api berada di kawasan Suntara Gaja Pati (SGP) di kecamatan Sei Sembilan, akibatnya kondisi Dumai udara di kota Dumai kembali tidak sehat.
Setelah dua pekan udara kota Dumai bersih dari kabut asap, pada Senin (22/7/13) asap tebal kembali menyelimuti Dumai. Pasalnya, terdapat tujuh titik api yang menyebar diwilayah kota Dumai dan diduga kuat sebagai penyebab kabut asap kali ini.
"Berdasarkan pantauan satelit NOAA per Tanggal 20 Juli terdeteksi sebanyak tujuh titik api di Dumai. Kita sedang melakukan upayua pemadaman di lapangan sekarang," terang Kepala Polisi Kehutanan Dumai, Tengku Ismet kepada wartawan.
Diterangkannya, satu titik yang cukup parah ada di Kelurahana Mundam kecamatan Medang Kampai, tepat di Jalan Manan ujung, lokasi kebakaran sangat jauh ke dalam areal hutan dan semak belukar.
Diperkirakan sekitar sepuluh hektar lahan yang dilalap si jago merah dan menimbulkan asap tebal, sejak Minggu (21/7) pagi pihak telah melakukan pemadaman di lahan kosong tersebut, namun hingga Senin sore api tak kunjung dapat dijinakkan petugas dengan menggunakan alat seperlunya.
Dijelaskannya, lima titik api lainnya terdapat di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) Suntara Gajaj Pati (SGP) di kecamatan Sei Sembilan, kelima hot spot menyebar di lahan konsesi perusahaan HTI tersebut sejak Minggu malam lalu hingga Senin sore. Pihak Polhut telah menginformasikan kepada PT SGP, adanya kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di arealnya. Sehingga pihak perusahaan merespon dan mengupayakan pemadaman api. Sebab, untuk areal perusahaan yang terbakar, diberikan kewenangan kepada perusahaan terkait untuk memadamkannya.
"Itu tanggung jawab dan kewenangan mereka. Kita sudah menginformasikan secara langsung. Satu titik api lagi ada di kelurahan Lubuk Gaung, tapi lokasinya belum kita temukan dan anggota sedang mencarinya," tambah Tengku Ismet.
Ia memastikan tujuh titik api yang dikategorikan cukup parah ini, sebagai penyebab merebaknya kabut asap diangkasa kota Dumai. Apalagi kondisi ini dibiarkan, akan kembali terjadi kabut asap yang parah seperti satu bulan yang lalu. Meskipun tidak setebal sebelumnya, tapi kabut kali ini cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
Pantauan pada Senin pagi, tampak jelas kabut turun menyelimuti pandangan mata pengendara. Namun belum kelihatan pengendara yang menggunakan pelundung pernafasan seperti masker atau semacamnya. Kondisi ini semakin membebani warga terlebih umat Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa.
"Apalagi cuaca panas seperti ini, semakin membuat kita lemah dan tidak leluasa beraktifitas jadinya. Kabut ini dari kemarin sudah ada dan sekarang bertambah paraah," warga Teluk Binjai, Hendra Nand mengakui.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota, Noviar Indra Putra membenarkan ada lima titik api di lahan HTI PT SGP. BPBD juga sudah memberitahu informasi kebakaran itu kepada pihak perusahaan dan mengimbau untuk menangani dengan cepat pemadaman tersebut. Pada Minggu (21/7) lalu terdapat 9 titik api sejumlah, tapi diwilayah Bukit Batrem 2 dan Bukit Kapur sudah mulai padam. Sehingga hari ini tinggal tujuh titik api saja.
"Penanganan kebakaran hutan dan lahan telah dilakukan petugas pemadaman kita bekerjasama dengan instansi lainnya. Perusahaan yang lahannya ikut terbakar, kita minta agar segera turun tangan dan dipadamnya secepatnya," ungkap Noviar. (ds)
"Penanganan kebakaran hutan dan lahan telah dilakukan petugas pemadaman kita bekerjasama dengan instansi lainnya. Perusahaan yang lahannya ikut terbakar, kita minta agar segera turun tangan dan dipadamnya secepatnya," ungkap Noviar. (ds)

0 komentar:
Posting Komentar