CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Fri Apr 04 2025 02:23:21 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

Mengintip Keindahan Candi Ratu Boko

Jumat, April 18, 2014

Candi Ratu Boko. (foto Panorama)
SLEMAN, RIAUGREEN.COM - Situs Ratu Boko sudah tak asing bagi dunia pariwisata. Pesona keindahan di kawasan perbukitan itu sangat menawan di kala senja saat cuaca cerah. Panorama sunset menjadi daya tarik tersendiri Taman Wisata Candi (TWC) yang dikelola Badan Usaha Milik Negara tersebut.

"Sunset menjadi andalan untuk kunjungan wisatawan baik domestik atau pun mancanegara. Datanglah sebelum pukul 17.00 jika ingin menikmati keindahan sunset di bukit Ratu Boko," kata Didik Tri Ardianto, Staf Operasional TWC Ratu Boko.

Jumlah kunjungan wisata di kawasan itu paling sedikit jika dibanding dengan Candi Prambanan dan Borobudur. Lokasinya hanya berjarak sekira 3 kilometer ke arah selatan dari Candi Prambanan, Sleman, D.I. Yogyakarta.

"Kita mungkin hanya separuh dari Candi Prambanan. Jika di sana (Prambanan-red) mencapai 10 ribu pengunjung sebulan, mungkin kita hanya 5 ribu, tapi kita mengalami peningkatan dari waktu ke waktu," paparnya.

Setiap Minggu sore ada pertunjukan seni tradisi musik Gejug Lesung yang dimainkan penduduk setempat. Kesenian ini berawal dari kehidupan petani masyarakat desa yang sedang merayakan panen padi.

"Kesenian ini ada musik, tembang, dan tari," kata bapak dua anak itu.

Alat musik yang digunakan terbuat dari kayu untuk memukul lesung. Sedangkan lesung sendiri berupa kayu besar berbentuk perahu yang kala dulu ada padi ditumbuk hingga menjadi beras.

"Kalau dulu masih menggunakan lesung untuk menumbuk padi, sekarang ada gilingan padi. Masukkan padi ke gilingan, keluar sudah jadi beras, lebih cepat," katanya, menjelaskan.

Pertunjukan Gejug Lesung bertujuan meningkatkan daya tarik wisata. Selain itu sebagai media melestarikan seni budaya yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari di desa. Selain lesung, terdapat alat komunikasi yang erat hubungannya dengan masyarakat, yakni kentongan. Selain media komunikasi, kentongan mampu dipakai sebagai alat untuk berkesenian.

Pengunjung tak perlu merogok kocek dalam untuk menikmati wisata di Ratu Boko. Cukup Rp25 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp90 ribu untuk wisatawan mancanegara. (red/ozk)



0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

 

SOSIAL

  • Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri
  • Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau
  • Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama
  • 462.67 Ribu Jiwa Rakyat Riau Miskin
  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Warga: Kapal Berlabuh di Kantor Bupati Bengkalis jadi Sejarah
  • PENDIDIKAN

  • Guru Berprestasi di Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional
  • IARMI Riau Canangkan Bangun Universitas UARMI
  • Oknum Sekolah di Riau Terindikasi Selewengkan Dana BOS
  • 213 Mahasiswa STAI Laksanakan KKN di 5 Kecamatan Bengkalis
  • SMPN 1 Mandau dan SMAN 1 Bukit Batu Raih Juara di LPI Bengkalis 2014
  • Herliyan: Dengan Membaca Dapat Tingkatkan Kualitas SDM di Berbagai Bidang
  • SENI & BUDAYA

  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Sekda Bengkalis Ajak Pegawai Pemkab Ramaikan Wirid Pengajian
  • Tarekat Naqsabandiyah di Padang Sudah Tarawih Malam Ini, Besok Puasa
  • Meranti Juara 3 Parade Tari Daerah Riau Tahun 2014
  • Gubri Minta PWI dan Balai Adat Perjuangkan RTRW Riau
  • Bupati Buka Rapat Kerja Daerah LAMR Bengkalis 2014
  • All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau