CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Fri Apr 04 2025 23:21:37 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)

17 November, Nikmati "Festival Bekudo Bono"

Senin, September 30, 2013

Gelombang Bono (net)
PELALAWAN, RIAUGREEN.COM - Pernah mendengar Gelombang Tujuh Hantu Bono? Ganasnya gelombang ini akan dipromosikan lewat Festival Bekudo Bono.

Gelombang Tujuh Hantu Bono sudah dikenal di kalangan peselancar dunia. Fenomena alam unik ini terjadi  yaitu peristiwa bertemunya aliran sungai dan laut. Pertemuan ini menghasilkan gelombang dan ombak besar bergulung-gulung yang bergerak dari muara menuju ke hulu.

Untuk mempromosikan potensi alam unik ini kepada dunia, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berencana menghelat sebuah festival saat Gelombang Tujuh Hantu Bono terjadi. Perhelatan bernama Festival Bekudo Bono, artinya menunggangi gelombang Bono dengan berselancar, tersebut akan dilaksanakan pada 17 November 2013 mendatang.

“Rencananya, kami akan mengadakan Festival Bekudo Bono pada 17 November mendatang, Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakannya. Selain berselancar, akan ada festival seni dan budaya. Promosinya lebih banyak kami lakukan melalui mulut ke telinga para peselancar yang pernah datang,” kata Elrasyidi Albi, Kasi Promosi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan.

Gelombang Tujuh Hantu Bono, biasa disebut Seven Ghost, dinamakan demikian karena gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan kubah layaknya ombak laut. Keunikan lainnya dari Bono adalah saat air laut bertemu dengan aliran sungai, akan terjadi gelombang tinggi disertai dentuman keras seperti suara Guntur diiringi hembusan angin kencang. Gelombang ini bisa mencapai tinggi empat hingga enam meter dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

“Biasanya ombak itu terjadi mulai September hingga Januari. Panjang gelombang ini bahkan bisa sampai 50 kilometer, dan jika terus berselancar membutuhkan waktu hingga 1,5 jam, hingga saat ini belum ada yang mampu menaklukannya,” tambahnya.

Selama ini, peselancar yang datang didominasi dari Prancis, Brasil, China, dan Afrika Selatan. Sementara dari Indonesia masih didominasi oleh peselancar asal Bali. Menurut Elrasyidi, yang datang dan mencoba menaklukan gelombang Bono biasanya mereka yang memang sudah pernah berselancar di sungai. (r1)


0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

 

SOSIAL

  • Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri
  • Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau
  • Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama
  • 462.67 Ribu Jiwa Rakyat Riau Miskin
  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Warga: Kapal Berlabuh di Kantor Bupati Bengkalis jadi Sejarah
  • PENDIDIKAN

  • Guru Berprestasi di Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional
  • IARMI Riau Canangkan Bangun Universitas UARMI
  • Oknum Sekolah di Riau Terindikasi Selewengkan Dana BOS
  • 213 Mahasiswa STAI Laksanakan KKN di 5 Kecamatan Bengkalis
  • SMPN 1 Mandau dan SMAN 1 Bukit Batu Raih Juara di LPI Bengkalis 2014
  • Herliyan: Dengan Membaca Dapat Tingkatkan Kualitas SDM di Berbagai Bidang
  • SENI & BUDAYA

  • Turis Amerika Kunjungi Masjid Agung An Nur Pekanbaru
  • Sekda Bengkalis Ajak Pegawai Pemkab Ramaikan Wirid Pengajian
  • Tarekat Naqsabandiyah di Padang Sudah Tarawih Malam Ini, Besok Puasa
  • Meranti Juara 3 Parade Tari Daerah Riau Tahun 2014
  • Gubri Minta PWI dan Balai Adat Perjuangkan RTRW Riau
  • Bupati Buka Rapat Kerja Daerah LAMR Bengkalis 2014
  • All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau