KAMPAR, RIAUGREEN.COM - Seorang kades di Kabupaten Kampar Riau berulah nekat. Ia mengaku anggota
polisi dan menggebuki pemotor yang ditabraknya. Alih-alih menakuti, ia
justru dikeroyok warga.
Kades tersebut inisial MA (40). Pada
Kamis (10/4/2014) sekitar pukul 21.30 WIB, ia melaju di Jl Soebrantas
Panam, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, dengan menggunakan mobil Avanza
bernopol BM 1360 NL.
Tepat di depan SDN 105 Panam, mobil tersebut menabrak pemotor nopol BM 4970 QQ. Pemotor pun terpelanting.
Turun dari mobil, MA mencaci maki pemotor. Ia juga menendang korbannya. Sepeda motor korban dibuang ke dalam parit.
Aksi
brutal itu menjadi tontonan warga. Saat warga mendekat, pria itu
berteriak kalau dirinya anggota polisi. Dia mengancam akan menembak
warga yang mendekat. Warga tak berani mendekat.
Seorang ibu rumah tangga juga berbuat nekat. Ia tak peduli bahwa MA adalah polisi. Perempuan itu menampar MA.
Aksi
nekat si ibu, memicu warga lainnya untuk berani berbuat serupa. Massa
menghakimi MA. Malam itu MA menjadi bulan-bulanan dan tak berdaya.
Mobilnya dihancurkan massa.
Lantas tak lama, pihak kepolisian tiba di lokasi. MA diamankan. Sedangkan pemotor korban MA dilarikan ke RS Awal Bros.
Di
kantor polisi, barulah ketahuan, rupanya MA bukanlah anggota polisi,
melainkan seorang kades. Sedangkan korban yang dia tabrak diketahui
bernama Mansyur (38), warga jalan Budi Daya, Tuah Karya, Kecamatan
Tampan Pekanbaru.
Kapolsek Tampan Kompol Suparman kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, MA adalah kades Siak Hulu, Kampar.
"Saat
kita geledah di mobilnya, kita temukan alat pengisap sabu dan bungkusan
plastik sabu. Tersangka MA masih kita periksa lebih lanjut," kata
Suparman. (red/dtc)
0 komentar:
Posting Komentar