CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Kebakaran di Tanjung Leban Riau Meluas, 300 Ha Lahan Gambut Dilalap Api

Senin, April 08, 2013

BUKITBATU, RIAUGREEN.COM - Kebakaran lahan di Bukit Kembar Bukit Sembilan Desa Tanjung Leban Kecamatan Bukitbatu berbatasan dengan daerah Pelintung Kota Dumai terus meluas. Sedikitnya 300 hektar lahan gambut kosong disinyalir merupakan lahan sengketa terbakar sejak 28 Maret silam. Kebakaran hutan dan lahan diduga akibat land clearing.

Dikutip dari goriau, Informasi yang dirangkum menyebutkan selain lahan yang terbakar merupakan lahan sengketa, juga diduga ada lahan milik pengusaha perkebunan yang bedomisili di kota Pekanbaru dan kabupaten Bengkalis.
 
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis Jaafar Arif dikonfirmasi, Senin (8/4/2013), membenarkan Karhutla yang terus meluas. Ia menyebutkan sekitar 300-an hektar lahan milik swasta serta lahan yang diklaim masyarakat, diatas lokasi Hak Guna Usaha (HGU) juga turut terbakar. Selain karhutla juga sudah mulai mendekati lokasi hutan tanaman industri (HTI) milik PT Indah Kiat Forestry di Tanjung Leban.

Pihak BPBD-Damkiar sendiri menurut Jaafar sudah menurunkan dua regu tim pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran. Sementara PT Arara Abadi juga ikut membantu memadamkan api dengan menurunkan 9 tim regdam mereka dengan jumlah anggota mencapai 90 orang ke Bukit Sembilan.

“Upaya pemadaman api terus kita laksanakan hingga saat ini. Namun lokasi karhutla yang sangat jauh serta medan yang berat menjadi kendala tim menuju lokasi. Tapi Alhamdulillah secara perlahan-lahan api sudah mulai bias dipadamkan dan menyisakan kabut asap,” terang Jaafar langsng dari lokasi via seluler.

Penyeab kebakaran diduga berasal dari pembukaan lahan. Namun tidak diketahui secara pasti siapa yang melakukan pembakaran lahan, karena keterangan yang didapat lahan yang terbakar adalah lokasi HGU perusahaan swasta. Disisi lain masyarakat disana juga mengklaim lokasi itu milik mereka.

Api awalnya berasal dari belukar atau lahan kosong yang hendak ditanami. Pembukaan lahan dilakukan dengan menebas kemudian membakar sampah-sampah, sisa pembersihan lahan itu. Pada Sabtu (6/4) terjadi angin kencang, sehingga api merayap ke lokasi lain dan meludeskan lahan yang sudah ditanami kelapa sawit serta pohon akasia milik PT Arara Abadi.

“Yang menjadi masalah sekarang adalah upaya pemadaman yang memakan waktu lama serta keterbatasan alat dan lokasi yang sangat berat dan jauh. Kepada masyarakat ataupun pihak perusahaan kita berharap tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena bias dikenai pasal pidana,”imbau Jaafar.

Terpisah Humas PT.Arara Abadi Syaifudin yang ditanya soal kebakaran yang sampai ke lokasi HTI mereka membenarkannya. Hanya saja ujarnya, luas lokasi HTI yang terbakar belum terlalu besar baru beberapa hektar saja dan memusnahkan tanaman akasia milik PT AA. Pihak PT AA sendiri tidak ambil diam atas karhutla yang terus meluas dan menimbulkan kabut asap tersebut.

“Kita sudah kerahkan Sembilan regu pemadam kebakaran ke TKP. Tidak kurang 90 orang pesonil sudah berada di lokasi kebakaran sebagai upaya antisipasi kebakaran tidak meluas lebih besar lagi. Apalagi sekarang kondisi cuaca tidak menentu, setelah suhu udara panas, dilanjutkan dengan angin kencang,” jelas Syaifudin.(*)


0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

Lingkungan

NASIONAL/ INTERNASIONAL

POLITIK

HUKUM & KRIMINAL

EKONOMI

MIGAS

UNIK&ANEH

OLAHRAGA

AUTO

TEKNOLOGI

 

SOSIAL

PENDIDIKAN

SENI & BUDAYA

All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau