CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Timnas U-19 Gunduli Tim Pra PON Riau 4-0

Selasa, Juni 17, 2014

Suasana pertandingan di Stadion Utama Riau, Pekanbaru. (foto Yusnan)
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Timnas U-19 berhasil menuntaskan perlawanan tuan rumah Tim Pra PON dengan skor 4-0 Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Riau, Senin (16/6/2014). Gol tambahan timnas diciptakan Evas Dimas di menit ke-58.

Sementara tiga gol Timnas didapat pada babak pertama, yakni Al Qomar (10') dan Martinus (23', 39'). Hasil tersebut masih memperlihatkan dominasi permainan oleh Evan Dimas cs, sementara berbanding terbalik dengan Tim Pra PON Riau yang baru saja terbentuk.

Sejak awal pertandingan, tim besutan Philep Hansen Maramis benar-benar tidak terlihat solid. Komunikasi antar lini yang kacau hingga seringnya kehilangan bola di saat-saat membangun serangan.

Cukup memalukan bagi Pra PON Riau pada babak pertama. Kiper utama, Adi Chandra justru lebih sering melakukan blunder. Berkali-kali tampil seperti demam panggung memaksa sang arsitek menggantikannya di babak kedua dengan Wisnu Rustam.

Jalannya Pertandingan

Meski menit-menit awal pertandingan, Tim Pra PON mencoba melakukan beberapa upaya serangan tajam, namun ternyata tidak membuahkan hasil yang manis bagi tim. Upaya penetrasi baik dari sisi kanan maupun kiri Novrianto cs harus terhenti di lini pertahanan Putu Gede cs.

Lima menit laga berjalan, Timnas U-19 sudah membuka gol lewat Putu Gede. Namun bola liar di depan gawang dianulir wasit dan belum bisa mengubah skor kacamata. Giliran Tengku Lutfi yang mencoba peruntungan melalui serangan balik. Namun tendangan kerasnya belum mampu mengarah ke gawang Timnas U-19 yang dijaga ketat Awan Setho.

Hingga akhirnya, pada menit ke-10 Timnas berhasil membuka gol lewat aksi Al Qomar. Umpan sekaligus penetrasi dari Maldini Pali dari sisi kanan mampu dimaksimalkan Al Qomar.

Posisi Kiper Tim Pra PON Riau, Adi Chandra out position mempermuda Al Qomar mengarahkan bola ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk Timnas U-19.

Tak mau dipermalukan di rumah sendiri, Novrianto cs mencoba berusaha mencari celah untuk membangun serangan demi serangan. Namun bukannya membuahkan hasil, malah petakan bagi tim besutan Philep Hansen Maramis.

Pada menit ke-23, memanfaatkan serangan balik, Martinus dengan keunggulannya sebagai pemain dengan kecepatan tinggi memaksimalkan umpan dari tengah. Kiper Tim Pra PON Riau yang sepertinya demam panggung, hanya bisa pasrah dengan blunder yang dilakukannya setelah mendapat bola kencang untuk mengantisipasi serangan Maldini akhirnya berbuah gol.

Kedudukan 2-0 membuat Tim Pra PON Riau semakin terpuruk. Bisa dikakatan bola sudah dikuasai penuh Timnas U-19. Sementara Tim Pra PON Riau terus mengalami kehilangan bola.

Memasuki menit ke-37, Martinus cs terus melakukan serangan-serangannya. Semua sisi dimaksimalkan untuk melakukan penetrasi. Terbukti, dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-39, Maldini berhasil memaksimalkan peluangnya untuk menambah keunggulan tim.

Umpan Paulo Oktavianus yang melakukan penetrasi dari sisi kiri mampu dimaksimalkan Martinus. Kedudukan 3-0 bertahan hingga babak turun minum.

Memasuki babak kedua, sang arsitek Timnas U-19, Indra Sjafri mengganti beberapa pemain tengah. Pencetak dua gol, Martinus ditarik keluar dan digantikan Dinan Yahdian. Begitu juga dengan pembuka kran gol, Al Qomar untuk digantikan Evan Dimas.

Upaya perombakan lini tengah oleh Coach Indra Sjafri sangat memberikan efek besar terhadap dominasi penguasaan bola bagi tim. Kolaborasi Evan dengan Paulo Sitanggang sangat menguatkan umpan dan lini serang.

Terbukti pada menit ke-58, Evan Dimas kembali mencatatkan nama di papa skor sekaligus mengubah kedudukan menjadi 4-0. Satu-satunya gol tambahan yang dilesakkan Evan Dimas tercipta melalui tendangan kerasnya dari sisi kiri.

Cukup dahsyat memang, karena Evan Dimas berani melakukan shooting keras dengan memanfaatkan sudut yang sempit. Bola tidak mampu dihalau Wisnu Rustam.

Pra PON semakin terpuruk, coba membangun serangan, harus gagal dengan seringnya kehilangan bola. Meski banyak peluang yang coba diciptakan Evan Dimas, seperti pada meni ke-83 dan 85, namun tidak bisa dimaksimalkan menjadi sebuah gol.***


0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

Lingkungan

NASIONAL/ INTERNASIONAL

POLITIK

HUKUM & KRIMINAL

EKONOMI

MIGAS

UNIK&ANEH

OLAHRAGA

AUTO

TEKNOLOGI

 

SOSIAL

PENDIDIKAN

SENI & BUDAYA

All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau