Kapal hangus terbakar dilalap api |
Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan, api pertama kali muncul dari salah satu bagian haluan kapal kayu milik perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Dumai. Sedangkan barang milik importir itu terbakar dalam waktu singkat dan cepat meluas hingga akhirnya ludes terbakar hingga kondisi kapal rata dengan tepian sungai.
Diduga kebakaran kapal yang tengah bersandar di tepi dermaga tersebut disebabkan api yang berasal dari puntung rokok salah seorang kru kapal hingga akhirnya mengenai barang yang mudah terbakar. Sementara, untuk barang impor itu sendiri dikabarkan milik pengusahaa bernama Kamarullah, warga Kota Dumai.
Amin, seorang warga sekitar lokasi kejadian ketika dikonfirmasi mengaku terkejut dengan adanya ledakan cukup kuat hingga posisi sejumlah barang di dalam lambung kapal terbang dengan ketingian kurang lebih 14 meter. Melihat kejadian itu, dia bersama sejumlah warga lainnya langsung berbondong-bondong menyaksikan insiden tersebut.
"Kami mendengar ledakan dan ketika saya lihat ke arah lokasi bunyi ada barang yang terbang ke atas. Dengan kondisi itu keluar asap hitam tebal membumbung ke atas, dan banyak warga sekitar yang menyaksikan kejadian ini karena api berkobar besar saat itu. Tidak begitu lama, petugas pemadam kebakaran datang," kata Amin.
Kepala Satpol Air Polres Dumai AKP Wilson Butarbutar mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran dan masih terus melakukan penyelidikan. Pihaknya saat ini sedang mengumpulkan informasi guna mengungkap awal mulanya insiden itu.
"Kita telah menangani kejadian ini. Terkait penyebab kebakaran dan sumber api masih didalami, sedangkan korban jiwa akibat kejadian tersebut dilaporkan nihil," katanya kepada wartawan.
Dia menerangkan, penanganan api telah dilakukan bersama instansi terkait dibantu dengan dukungan empat unit armada mobil pemadaman kebakaran dan mobil tangki serta warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya.
Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB, atau selang waktu dua jam upaya pemadaman yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Pertamina RU II Dumai, PT Chevron Pacific Indonesia dan PT Pelindo Cabang Dumai.
"Kapal dan muatannya ludes terbakar. Untuk kerugian belum dapat ditaksir. Sedangkan untuk muatannya sendiri kita masih meminta data manifes dari pihak importirnya sendiri," jelasnya menindaklanjuti informasi wartawan yang dikabarkan mengangkut onderdil mobil dan sepeda motor dari Malaysia itu. (red/rtc)
0 komentar:
Posting Komentar