CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Titik Terang Pesawat Malaysia Airlines MH370 Hari ke-13

Jumat, Maret 21, 2014

Dua objek besar diidentifikasi oleh Australia
diperkirakan puing dari Malaysia Airlines
MH370. Puing tersebut berukuran signifikan
yaitu 24 meter (AFP Photo/Mark Graham)
KUALA LUMPUR, RIAUGREEN.COM - Siang memasuki hari pencarian ke-13, tiba-tiba saja pemerintah Australia menggelar konferensi pers. Mengumumkan berita yang sedang ditunggu-tunggu para kerabat yang hilang dalam pesawat Malaysia Airlines MH370. Bak setitik cahaya di dalam air keruh. Atau mungkinkah misteri ini bisa terkuak?

"Informasi terbaru dan terpercaya telah datang memberi titik terang terkait pencarian... di selatan Samudera Hindia," begitu kata Perdana Menteri (PM) Tony Abbott di depan parlemen Australia, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/3/2014).

Lalu PM Abbott menerangkan lebih lanjut, bahwa titik terang itu adalah adanya citra satelit yang menangkap 2 objek mengapung di lautan. Objek itu diduga terkait dengan pencarian Boeing 777-200ER yang raib sejak 8 Maret 2014. Dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

"Otoritas keselamatan maritim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) telah menerima informasi berdasarkan citra satelit, terkait objek yang kemungkinan berhubungan dengan pencarian," jelas PM Abbott.

Lanjut Abbott, 2 objek diduga terkait pencarian pesawat Boeing 777-200 yang membawa 239 orang itu ditemukan di selatan Samudera Hindia. Di perairan Perth, Australia. Abbott pun menelepon Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, untuk mewartakan informasi teranyar ini.

Misteri di mana pesawat Malaysia Airlines MH370 berada bisa jadi berakhir di hari ke-13, dengan adanya penemuan yang memebrikan secercah harapan bagi para kerabat pesawat nahas itu.

Belum Bisa Dipastikan

Meski menjadi titik terang karena disebut-sebut terkait dengan pesawat hilang MH370, namun 2 citra objek tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun bagi pemerintah Malaysia, citra itu adalah sebuah petunjuk penting.

Sementara itu, armada pesawat dari Royal Australian Air Force Orion telah lebih dulu dikirim ke lokasi untuk mencari tahu lebih dekat. Disusul pemerintah Malaysia yang menggerakkan armadanya untuk mencari pesawat Malaysia yang telah hilang selama 13 hari, di titik yang diinformasikan Australia.

Pimpinan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) John Young mengatakan, berdasarkan data satelit, diketahui objek yang ditangkap satelit berukuran besar. "Yang terbesar memiliki ukuran 24 meter," kata dia dalam konferensi pers di Canberra.

Young menegaskan, belum bisa dipastikan bahwa itu adalah puing MH370. Sebab, informasi baru berasal dari data satelit. "Kita harus menentukan lokasi, mengonfirmasi bentuknya, mengevakuasi dan menelitinya. Semua itu membutuhkan waktu," tutur Young.

Di hari yang sama, AMSA juga merilis citra satelit yang menunjukkan keberadaan 2 obyek citra satelit di perairan sekitar 2.300 kilometer dari Perth itu. Sayangnya, 2 gambar satelit yang diduga puing pesawat Malaysia Airlines MH370 itu terlihat kabur atau kurang jelas. Meski bisa diperkirakan panjangnya 24 meter.

Kondisi geografis dan jarak pandang juga menjadi penghambat. Apalagi, objek itu berada di tengah lautan. "Perairan di area dalamnya ribuan meter," ujar Young.

Kendati demikian, dari besaran citra objek tertangkap satelit yang diperkirakan sebesar 24 meter, bisa ditelaah apakah benar itu bagian dari pesawat Boeing 777-200ER. [Baca: Ukuran Obyek Misterius di Perth Versus Dimensi Pesawat MH370]

Kata Ahli

Meski objek diduga Boeing 777-200ER milik maskapai Negeri Jiran di perairan 2300-2500 kilometer di barat daya Perth berhasil didekati, tak serta merta bisa memastikannya sebagai pesawat yang raib 13 hari -- terhitung sejak dinyatakan hilang setelah lepas landas dari Bandara KLIA menuju Beijing pada Sabtu 8 Maret 2014.

Menurut Michael Daniel, pensiunan pejabat Badan Penerbangan Federal AS atau United States Federal Aviation Administration, bisa jadi butuh waktu 48 jam alias 2 hari.

Sementara menurut ahli keamanan yang juga mantan Direktur Intelijen Olimpiade Sydney tahun 2000, Neil Fergus, citra itu memunculkan spekulasi baru. Ia menguraikan, wilayah perairan yang berada di Samudera Hindia itu merupakan lokasi di luar jalur rute penerbangan MH370 Kuala Lumpur-Beijing, China. Bila memang itu terbukti puing MH370, diduga memang tidak ada kerusakan teknis dari pesawat. Melainkan ada campur tangan manusia.

Pemerintah Malaysia pun tak buru-buru meyakini bahwa 2 objek yang ditemukan di barat daya perairan Perth, adalah benar pesawat Malaysia Airlines MH370 yang sudah raib selama 13 hari itu. "Kita kini punya petunjuk yang kredibel," kata Pejabat Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, dalam konferensi pers di Kuala Lumpur.

Jika benar itu adalah MH370, burung besi itu mungkin tinggal puing. Namun, informasi anyar itu tak membuat para keluarga dan kerabat berhenti berharap. "Anakku masih hidup, masih hidup," kata pria 63 tahun asal Provinsi Shandong, Wen Wancheng, yang dikutip Liputan6.com dari New Straits Times. "Aku tak percaya kabar itu," ucapnya. [Baca: Keluarga Penumpang Pesawat MH370: Anakku Masih Hidup...]

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu 19 Maret, juga sempat terjadi keributan yang dipicu kerabat penumpang China dalam pesawat Malaysia Airlines MH370. Menteri Transportasi Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein pun memerintahkan penyelidikan, terkait insiden itu.

Pencarian Terbaru

Dalam upaya perdana, pesawat milik Amerika Serikat belum berhasil menemukan obyek yang terombang-ambing di lautan luas. Meski telah terbang selama 4 jam. "Pesawat P-8A Poseidon telah menyelesaikan penerbangan melalui daerah target dan tak menemukan apa-apa," demikian menurut seorang pejabat seperti ditulis NBC News di akun Twitter seperti dilansir dari The Star.

Pesawat milik AS itu kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar. Sementara, pesawat lain milik Australia dan Selandia baru masih melakukan pencarian.

AMSA juga telah 'berkicau' bahwa P-3C Orion yang diawaki Angkatan Udara Australia, juga belum dapat menemukan puing-puing. "Awan dan hujan telah membatasi visibilitas di daerah itu," kicau AMSA.

Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 tercatat memakan waktu paling lama, dalam sejarah pesawat hilang pada abad ke-21. Rekor sebelumnya adalah pencarian 10 - hari untuk Boeing 737-400 yang dioperasikan oleh Indonesia , PT Adam Skyconnection Airlines, yang hilang di lepas pantai pulau Sulawesi negara itu pada tanggal 1 Januari 2007.

Hilangnya pesawat komersial yang tidak mencapai tujuan sesuai jadwal, ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Kecelakaan pesawat yang hilang dari radar menara pemantau, ternyata sudah terjadi sejak tahun 1948. Sejak saat itu, 83 pesawat telah dinyatakan raib.

Pencarian pesawat itu juga telah melibatkan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Biro itu membantu Malaysia mencari pesawat Malaysia Airlines yang hilang lebih dari sepekan dengan memeriksa simulator penerbangan, milik pilot penerbangan MH370 Zaharie Ahmad Shah.

Bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pencarian pesawat Malaysia Airlines itu telah menjadi prioritas utama bagi negaranya. Obama juga menyampaikan doa untuk keluarga penumpang pesawat MH370. (red/l6)


0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

Lingkungan

NASIONAL/ INTERNASIONAL

POLITIK

HUKUM & KRIMINAL

EKONOMI

MIGAS

UNIK&ANEH

OLAHRAGA

AUTO

TEKNOLOGI

 

SOSIAL

PENDIDIKAN

SENI & BUDAYA

All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau