CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Pasien Meninggal Dunia, Tokoh Masyarakat Kritik Pelayanan RSUD Bengkalis

Kamis, Februari 20, 2014

Amir Syahrudin SE MM
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Terkait pemberitaan tentang kurang ramahnya pelayanan yang di berikan oleh tenaga medis RSUD Bengkalis terhadap pasien maupun keluarga pasien yang di beritakan pada edisi 19 february 2014.

Amir Syahrudin SE MM, salah seorang tokoh masyarakat Bengkalis angkat bicara, menurut pria yang berprofesi sebagai dosen pada STIE Bengkalis dan Politeknik Negeri Bengkalis ini, sebagai rumah sakit yang sudah ditunjuk sebagai tempat rujukan regional, semestinya RSUD Bengkalis dapat meningkatkan pelayanan.

"Saya melihat pelayanan di RSUD Bengkalis ini menunjukan kurangnya profesionalisme para pegawai medis yang ada, sebagai RSUD Rujukan Regional, RSUD Bengkalis harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pasien dan tidak seperti sekarang ini," jelasnya kepada wartawan, Kamis (20/02/14)

Lanjut Amir Syahrudin SE MM, yang ditemui wartawan saat dirinya sedang melakukan klarifikasi kepada pihak Managemen RSUD Bengkalis, di ruang kerja Sekretaris RSUD Bengkalis ini memaparkan, sebagai masyarakat Bengkalis Amir sangat menyayangkan beberapa kejadian yang dialami oleh pasien rumah sakit terbesar di kota terubuk ini.

Terkait pelayanan yang kurang maksimal, Amir mencontohkan, permasalahan yang sedang diklarifikasinya saat ini terkait hal pelayanan juga, menurut Ketua LSM Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Bengkalis ini, salah seorang dokter yang bertugas sebagai dokter spesialis kandungan di RSUD Bengkalis berinisial RS telah menterlantarkan salah seorang pasien sehinga berakibat fatal terhadap pasien tersebut.

"Masak orang mau melahirkan dan harus menjalani operasi diterlantarkan sampai 5 jam, sehingga bayi yang dilahirkanpun tidak dapat di selamatkan, sementara itu pelayanan dokter tersebut juga sangat mengecewakan, saat keluarga pasien menghendaki agar ibu yang baru saja menjalani operasi tersebut di rawat di ruang VIP RSUD Bengkalis, dokter RS menolak dan memaksa agar ibu tersebut di rawat di POLIKLINIK miliknya, ini kan tidak dapat di benarkan, padahal permintaan keluarga pasien ini karena dua hal yang jadi pertimbangan, yang pertama karena kondisi fisikologi ibu tersebut karena anaknya tidak tertolong, yang kedua karena kondisi fisiknya yang sangat lemah, makanya minta di rawat di ruang VIP RSUD," jelas pria yang akrab di sapa Ujang.

Dalam hal ini Amir meminta agar pihak managemen RSUD Bengkalis dapat melakukan evaluasi terhadap para tenaga medis yang ada di RSUD tersebut guna terciptanya pelayanan yang baik.

"Saya sarankan agar managemen RSUD dapat mengevaluasi kembali para tenaga medis, hal ini perlu di lakukan agar tenaga medis yang ada benar-benar dapat bekerja secara profesional sehingga pelayanan RSUD Bengkalis dapat di tingkatkan dengan baik, dan untuk oknum dokter seperti RS tersebut sebaiknya di singkirkan saja dari RSUD Bengkalis, karena ini sangat berbahaya kalau sikapnya tetap demikian maka korbanya adalah masyarakat kita," saran Ujang pada pihak managemen RSUD Bengkalis.

Sementara itu, sekretaris RSUD Bengkalis Fachrudin ketika di konfirmasi wartawan pada kesempatan yang sama di ruang kerjanya mengaku, pihak managemen RSUD Bengkalis sudah sangat sering menegur baik lisan maupun tulisan terhadap oknum-oknum tenaga medis yang tidak memberikan pelayanan dengan baik kepada pasien baik secara lisan maupun tulisan, namun nampaknya masih saja ada yang tetap membandel.

"Kami sudah sering menegur mereka (tenaga medis.red) baik lisan maupun tulisan, tapi tetap saja ada yang membandel," kata Fachrudin.

Fachrudin juga mengakui tentang rasa kurang nyaman yang di alami oleh pasien terkait masalah pelayanan yang di berikan ooleh pihaknya, dan Fachrudin juga mengatakan kalau atas nama managgemen RSUD Bengkalis, dirinya sangat sependapat bila di adakan evaluasi ulang terhadap para tenaga medis ini.

"Saya sangat sependapat kalau diadakan evaluasi ulang terhadap para tenaga medis ini, termasuk dokter, kalau tidak baik dalam memberikan pelayanan ya sebaiknya di keluarkan dari rumah sakit ini, karena yang kena dampak dari sikap mereka pasti managemen RS, bukan mereka, dan kami tegas-tegas saja, tidak perduli mereka itu titipan siapa kerja di sini, memang banyak kekurangan dalam mereka melayani, kurang ramah, dan bahkan sopan-santunya terhadap pasien pun kadang tidak ada, kami tau itu, makanya saya sering tegur mereka," kata Fachrudin menanggapi saran yang di sampaikan oleh Amir Syahrudin SE MM.***red


0 komentar:

Posting Komentar


Bupati Bengkalis Santuni 605 Anak Yatim-Kaum Dhuafa di Mandau

Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan di Mesjid Baitulrahmah Duri

Dihadiri Bupati, Kajari Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama

Lingkungan

NASIONAL/ INTERNASIONAL

POLITIK

HUKUM & KRIMINAL

EKONOMI

MIGAS

UNIK&ANEH

OLAHRAGA

AUTO

TEKNOLOGI

 

SOSIAL

PENDIDIKAN

SENI & BUDAYA

All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau